Bahar Buasan dikenal luas di Bangka Belitung sebagai tokoh inspiratif dengan perjalanan hidup “from zero to hero”—berangkat dari latar belakang keluarga sederhana, Bahar meniti karier dari bawah sebagai kenek tukang batu dan buruh bangunan, lalu berjuang menempuh pendidikan hingga sukses sebagai pengusaha, pegiat sosial, dan akhirnya tiga kali menjadi anggota DPD RI mewakili Bangka Belitung (2009–2014, 2014–2019, 2024–2029).
Ketekunan dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama keberhasilannya. Filosofi “boleh miskin, tapi harus sekolah” yang dipegang teguh sejak muda membuat Bahar Buasan aktif memotivasi generasi muda lewat program pendidikan informal, seperti Rumah Inspirasi dan Rumah Kebun BBM, tempat anak-anak desa belajar keterampilan hidup, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
Sebagai senator, Bahar tak hanya membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional, tapi juga membumikan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, serta kepedulian sosial dalam setiap kebijakan dan gerakan sosialnya. Kisah “from zero to hero” Bahar Buasan menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk memberi manfaat besar bagi daerah dan bangsa.

