Bangka Belitung, Indonesia – DPD RI, melalui senator Bahar Buasan, menawarkan strategi ekonomi alternatif “”3 Plus 2″” untuk mendorong diversifikasi dan ketahanan ekonomi Bangka Belitung di luar sektor pertambangan. Konsep “”3 Plus 2″” ini mencakup penguatan tiga sektor utama—pertanian, kelautan-perikanan, dan pariwisata—serta dua sektor pendukung, yaitu perdagangan dan industri pengolahan berbasis komoditas lokal.
Bahar Buasan menegaskan bahwa model ekonomi alternatif ini bertujuan untuk mengatasi ketergantungan daerah terhadap timah, mendorong pemanfaatan potensi kekayaan alam, dan menciptakan kemandirian ekonomi desa melalui inovasi di bidang agro-maritim dan jasa pariwisata. Ia sering menyampaikan strategi ini kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam berbagai forum reses dan dialog publik, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan dapat merata ke seluruh kepulauan Bangka Belitung.
Melalui pendekatan “”3 Plus 2″”, DPD RI juga mendorong hilirisasi produk, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja baru berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, Bahar berharap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung dapat menjadi lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, serta memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.