Pangkalpinang, Indonesia – Pada 25 Juli 2025, Bahar Buasan menggelar reses yang berbeda dari biasanya, lebih santai dan dekat dengan warga. Forum ini tidak seperti reses formal pada umumnya, karena Bahar dengan sengaja menciptakan atmosfer yang rileks dan akrab agar masyarakat dari berbagai kalangan merasa nyaman untuk berbicara terbuka. Dari tokoh masyarakat, pelaku UMKM, hingga teman-teman masa kecilnya, semua hadir untuk berbagi pandangan dan harapan.

“Saya ingin masyarakat merasa nyaman, asyik santai, tidak tegang. Lewat forum seperti ini, aspirasi bisa sampai dengan jujur,” ungkap Bahar di sela kegiatan, menegaskan pentingnya keterbukaan dalam mendengarkan suara masyarakat.
Kehangatan forum tersebut menjadi ruang berdialog langsung mengenai berbagai persoalan ekonomi, peluang usaha, dan harapan warga. Dalam kesempatan ini, Bahar memperkenalkan strategi ekonomi alternatif “3+2”, sebuah gagasan yang ia nilai relevan untuk menggerakkan kembali perekonomian Bangka Belitung (Babel) yang tengah mengalami stagnasi.

Reses Humanis di Pangkalpinang
Reses Humanis di Pangkalpinang

Tiga Sektor Utama yang Menjadi Prioritas
Bahar menekankan bahwa tiga sektor utama menjadi kunci untuk kebangkitan ekonomi Babel, yang berbasis pada kekuatan alam dan kreativitas masyarakat setempat:
Pertanian & Perkebunan – Fokus pada kelapa sawit dan komoditas buah lokal, yang memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar regional dan nasional.
Perikanan & Kelautan – Potensi laut Bangka Belitung sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal. Sektor ini membutuhkan penguatan infrastruktur dan pasar untuk hasil laut.
Pariwisata – Keindahan alam Babel yang mempesona bisa menjadi motor penggerak kreativitas dan ekonomi lokal, membuka peluang baru bagi UMKM dan sektor jasa.

Dua Sektor Pendukung “+2”
Selain tiga sektor utama, Bahar juga menyoroti dua sektor pendukung yang dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi Babel:
Perdagangan Jasa – Layanan logistik, perdagangan, serta industri kreatif yang diproyeksikan dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Industri Hilirisasi – Mengolah produk mentah menjadi barang bernilai tambah tinggi. Hilirisasi tidak hanya membuka lapangan kerja baru tetapi juga menjaga agar lebih banyak nilai ekonomi tetap berada di Bangka Belitung.

Menurut Bahar, lima sektor ini adalah fondasi ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat Babel, yang mengandalkan kekuatan tanah, laut, dan kreativitas manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penguatan UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Bahar juga kembali menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai pilar utama ekonomi rakyat. UMKM dianggap sebagai sektor yang paling mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Reses ini bukan agenda formal. Ini ruang nyata untuk mendengar, menyerap, dan memperjuangkan suara masyarakat Bangka Belitung.” ujar Bahar, menegaskan bahwa setiap masukan yang didapat dari warga akan menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Reses dengan Pendekatan Humanis
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana reses dilakukan dengan pendekatan humanis yang tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Bahar mengajak warga untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga untuk saling mendengarkan, mengatasi keluh kesah, dan merumuskan solusi bersama. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Bahar mengajak masyarakat untuk melihat masa depan Babel dengan optimisme dan keberanian untuk bergerak maju.
Melalui strategi “3+2”, Bahar berharap masyarakat Bangka Belitung dapat melihat potensi besar yang dimiliki daerahnya, serta berani mengambil langkah untuk memanfaatkan kekuatan alam dan kreativitas guna mengatasi tantangan dan menciptakan peluang baru.