“Bangka Tengah, Indonesia – Pada 31 Mei 2025, Kebun Perubahan BBM kembali menjadi pusat inovasi dan pembelajaran saat tim dosen multidisiplin dari Universitas Trisakti menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Baskara Bakti, Bangka Tengah. Kegiatan ini menggabungkan dua aspek penting: edukasi kesehatan gigi dan mulut serta pengembangan nilai tambah komoditas perkebunan lokal.
Dengan mengusung tema “Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut serta Pemanfaatan Bahan Alam” dan “Meningkatkan Peran Pekebun Lokal untuk Daya Saing Perkebunan Berkelanjutan,” kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 25 pekebun lokal. Dalam sesi pelatihan yang interaktif, para peserta tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, tetapi juga tentang bagaimana mengolah bahan alam lokal seperti lada putih dan kelapa sawit menjadi produk kesehatan alami, termasuk obat kumur berbahan baku lokal.
Bagi masyarakat, kegiatan ini membuka peluang ekonomi kreatif berbasis hasil kebun yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagai contoh, salah satu peserta dengan antusias menyampaikan, “Baru tahu kalau limbah lada dan kelapa sawit bisa jadi bahan obat kumur. Ini membuka peluang usaha baru.” Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menggugah masyarakat untuk melihat potensi yang ada di sekitar mereka, membuka ruang bagi inovasi dalam produk kesehatan berbasis sumber daya alam lokal.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga diperkenalkan pada rantai nilai perkebunan, mulai dari pengolahan sederhana hingga potensi industri kesehatan berbasis bahan alam. Dengan pemahaman ini, diharapkan para pekebun lokal dapat meningkatkan produktifitas mereka dan memperkuat daya saing dalam pasar yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Erny Tajib, dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, yang menekankan pentingnya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, petani tidak hanya harus menjadi penanam, tetapi juga produsen yang memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan. Ia mengungkapkan, “Kami ingin petani tidak hanya menjadi bagian dari rantai pasokan, tetapi juga bagian dari inovasi yang membawa nilai tambah pada hasil perkebunan.”
Para dosen dari berbagai fakultas turut berkontribusi dalam kegiatan ini, antara lain drg. Monica Dewi Ranggaini dan drg. Johni Halim dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Dr. Sofian Lusa dan Hendra Gunawan yang mewakili bidang ekonomi dan teknologi pendidikan.
drg. Monica Dewi Ranggaini menjelaskan bahwa banyak bahan alam lokal yang memiliki potensi antibakteri dan antiinflamasi, yang dapat diolah menjadi produk kesehatan ramah lingkungan. “Kekayaan hayati Bangka sangat besar. Jika dikembangkan dengan inovasi, lahan perkebunan bisa menjadi pelopor produk kesehatan berbasis alam yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi ini mencerminkan visi Kebun Perubahan BBM sebagai ruang inovasi, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kebun Perubahan BBM bukan hanya sekadar tempat bercocok tanam, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ekonomi lokal yang terintegrasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, membuka peluang baru bagi ekonomi kreatif berbasis alam, serta berkontribusi pada keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak pekebun lokal yang terinspirasi untuk berinovasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam di sekitar mereka, yang pada gilirannya akan memperkuat perekonomian lokal dan berkontribusi pada ketahanan pangan serta lingkungan yang lebih hijau. Program ini juga mengajak masyarakat untuk semakin menghargai pentingnya pendidikan, kolaborasi, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing di dunia yang semakin kompetitif.”

