Bangka, Indonesia – Bahar Buasan kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Bangka pada 25 September 2025, dengan tujuan memperdalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat. Forum ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta warga setempat yang ingin memahami lebih dalam makna Pancasila dan prinsip-prinsip kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Bahar menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dikenali secara teori atau hafalan, melainkan harus menjadi pedoman hidup yang tercermin dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari. “”Menghafal sila Pancasila mudah. Yang menantang adalah mengamalkannya dalam tindakan,”” ujar Bahar, mengingatkan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, mulai dari menjaga gotong royong hingga menghormati keberagaman di sekitar kita.

Bahar melanjutkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, pengetahuan yang kuat tentang nilai-nilai kebangsaan ini akan memungkinkan masyarakat untuk tetap teguh dan kokoh dalam identitas kebangsaan mereka. “”Dengan memahami Empat Pilar ini, kita dapat menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah perbedaan,”” tambah Bahar.

Sosialisasi Empat Pilar
Sosialisasi Empat Pilar

Antusiasme peserta sangat terlihat dalam diskusi yang berlangsung hangat. Reno Afrianso, S.T., seorang tokoh masyarakat setempat, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Bahar dalam mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. “Kami sangat mendukung gerakan Bahar yang terus mengingatkan kita semua akan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Reno.

Di penghujung pertemuan, Bahar mengajak seluruh warga Bangka Belitung untuk menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, tidak hanya sebatas ucapan, tetapi dengan mewujudkannya dalam tindakan sehari-hari sebagai bentuk nyata cinta tanah air. “”Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat, bersatu, dan saling menghormati satu sama lain, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,”” ujar Bahar menutup acara.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk memperkuat nilai kebangsaan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai luhur bangsa, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.